Hujan itu layaknya air mata. Ketika
langit tak mampu lagi membendung kelabu akibat mendung yang
menggelantung manja maka tetes-tetes air hujan itu akan turun membasahi
bumi. Begitu juga dengan hati ini. Ketika rasa sakit itu tak begitu
perih aku rasakan maka hati ini mampu tuk tetap tegar. Namun semakin
lama rasa sakit, perih, dan luka yang dia beri semakin dalam aku
rasakan, hingga akhirnya air mata ini mulai menetes dari sudut-sudut
mataku dan membasahi pipiku.
Tapi aku harus kuat, aku harus tetap tegar menghapai semua ini. Aku harus yakin akan ada saat dimana badai kesedihan dan luka yang kini menerpaku akan berlalu dengan sendirinya. Dan aku juga harus yakin jika suatu hari nanti, dimana saat badai itu berlalu, akan datang matahari yang kan menyinariku. Dan tak menutup kemungkinan akan datang juga pelangi yang memberiku keindahan dan menghapus semua kesedihan dalam hatiku, hingga tiba saatnya senyum manis itu kembali menghiasi wajahku...

